-->
  • Jelajahi

    Copyright © GAWAI.CO
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Empat Kasus Kematian di Minahasa, Ini Wilayah Paling Banyak Terjangkit DBD

    02/03/21, 10:30 WIB Last Updated 2021-03-03T02:07:17Z


    Josefa Pati pengelola program DBD. (ist)



    Editor: Tim Gawai

    Pewarta: Maher Kambey


    TONDANO (Gawai.co) - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman bagi masyarakat, buktinya masih ada warga yang terjangkit bahkan meninggal dunia akibat penyakit ini.


    Data terkini yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, di tahun 2020 terdapat 205 kasus yang terkonfirmasi dengan empat kasus kematian yang diakibatkan DBD.


    Dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Minahasa dr. Maya Rambitan melalui Pengelola Program DBD Josefa Pati, meski di tahun ini belum ada penambahan kasus signifikan. Tapi warga tetap memperhatikan pencegahannya.


    "Untuk tahun 2021 ini belum ada penambahan kasus yang signifikan dari tahun sebelumnya. Namun masyarakat harus waspada," katanya kepada Gawai.co saat diwawancarai, Selasa (2/3).


    Dirinya menjelaskan, bahwa untuk tahun 2021 terdapat 11 kasus yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan hingga akhir bulan Februari. "Untuk tahun ini sampai akhir bulan Februari ada 11 kasus yang terlapor," sampainya.


    Selanjutnya dia menambahkan, untuk daerah yang paling banyak ditemukannya kasus DBD adalah Koya, Tondano Barat, Tanawangko dan Papakelan.


    "Wilayah yang paling banyak ditemukannya kasus DBD ada di Koya, Tondano Barat, Tanawangko dan Papakelan. Memang wilayah Papakelan yang paling banyak dijumpai," ucapnya.


    Josefa menyampaikan bahwa masyarakat harus bisa menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit ini, serta selalu memperhatikan tempat-tempat yang bisa menjadi penyebab bersarangnya nyamuk.


    "Masyarakat harus selalu menjaga kebersihan, setidaknya di lingkungan rumah sendiri. Juga untuk wadah yang digunakan untuk menampung air agar bisa ditutup dengan rapat. Karena dengan menjaga kebersihan itu memang merupakan tindakan yang bisa mencegah dan menghilangkan DBD itu sendiri. Sedangkan untuk foging itu hanya dilakukan apabila sudah ada kasus," tandasnya. (Maher Kambey)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini