• Jelajahi

    Copyright © GAWAI.CO
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Prof Dei Pimpin Rapat Persiapan Pertukaran Mahasiswa Merdeka Unima

    19/04/21, 16:00 WIB Last Updated 2021-04-19T14:05:39Z
    Suasana pelaksanaan rapat para jajaran pimpinan Unima dipimpin langsung Rektor Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd. (ist)


    Editor: Tim Gawai

    Pewarta: Mart Rasuh


    TONDANO (Gawai.co) - Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk MPd memimpin rapat persiapan pertukaran mahasiswa merdeka Unima tahun 2021, bertempat di ruang rapat lantai II kantor pusat, Senin (19/4).


    Dijelaskan orang nomor satu di Unima ini, bahwa tujuan dari program pertukaran mahasiswa merdeka adalah pertukaran mahasiswa selama satu semester, memberikan pengalaman kebinekaan nusantara dan sistem ahli kredit antar perguruan tinggi. 


    "Jika mahasiswa ikut program ini setara dengan 20 Satuan Kredit Semester (SKS)," ungkap Prof Dei sapaan akrabnya.


    Disebutkan Prof Dei, pertukaran pelajar diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap mahasiswa yang termaktub dalam Permendikbud nomor 3 tahun 2020.


    Yakni, menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.


    Selain itu, bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.


    "Program ini tentu sangat didukung Unima, karena menguntungkan kampus dan juga mahasiswa. Kami sangat mengapresiasinya," sampainya.


    Lebih lanjut disampaikannya, dalam realisasinya, program ini akan ada belajar lintas kampus (dalam dan luar negeri), tinggal bersama dengan keluarga di kampus tujuan, wawasan mahasiswa tentang ke-Bhinneka Tunggal Ika akan makin berkembang, persaudaraan lintas budaya dan suku akan semakin kuat/erat.


    "Melalui program ini maka akan terbangun rasa persahabatan mahasiswa antar daerah, suku, budaya, dan agama. Sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa," terang rektor.


    Kemudian, menyelenggarakan transfer ilmu pengetahuan untuk menutupi disparitas pendidikan, baik antar perguruan tinggi dalam negeri, maupun kondisi pendidikan tinggi dalam negeri dengan luar negeri.


    Nantinya, tambah rektor, pendaftaran program ini akan dibuka sejak bulan Mei hingga Agustus 2021. Kegaiatan ini akan dilakukan secara luring dan daring. (Mart Rasuh/Tim Gawai)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini