• Jelajahi

    Copyright © GAWAI.CO
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rektor Unima Dilantik Ketua PD PPI Provinsi Sulut Periode 2021-2025

    17/04/21, 14:00 WIB Last Updated 2021-04-17T13:59:59Z
    Suasana kegiatan pelantikan Ketua PD PPI Sulut Prof. Dr. Deitje A. Katuuk MPd selaku Rektor Unima dilaksanakan secara daring. (istimewa)


    Editor: Tim Gawai

    Pewarta: Mart Rasuh


    TONDANO (Gawai.co) - Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Dr. Deitje Adolfien Katuuk MPd dilantik sebagai Pengurus Daerah (PD) Pita Putih Indonesia (PPI) periode 2021-2025, pelantikan dilaksanakan secara daring, Sabtu (17/4).


    Prof Dei dilantik langsung Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PPI Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ir. Wincky Lestari.


    Usai dilantik, Prof Dei dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Pengurus Pusat PPI terkhusus pada Ketua Umum Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd dan Sekjen Ir. Wincky Lestari atas kepercayaan yang diberikan kepada PD PPI Provinsi Sulut.




    Ia pun meminta dukungan serta arahan dari Penasehat PD PPI Provinsi Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan agar pengurus dapat menyelesaikan program sampai akhir masa jabatan. Tentu juga mengharapkan kerjasama bagi semua pengurus dan anggota yang ada di Sulut.


    "Kami sangat berterima kasih diberikan kepercayaan dan tanggungjawab yang tentu berat, bersama-sama mendorong dan menggerakan masyarakat untuk mewujudkan visi-misi PPI," ungkap Prof Dei.


    Lebih lanjut disampaikan orang nomor satu di Unima ini, pada penerapan program kerja PPI diantaranya, mendidik dan memberdayakan masyarakat, kemudian advokasi dalam rangka pemenuhan hak-hak konstitusional untuk memperoleh kesehatan yang baik seperti kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan bayi, anak dan remaja.


    Nantinya, PD PPI Provinsi Sulut akan bekerjasama dengan BKKBN, organisasi-organisasi, perguruan tinggi untuk penelitian-penelitian. Hal itu guna menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. 


    "Tujuan akhirnya yakni menyelesaikan persoalan mengenai stunting, soal kesehatan ibu dan bayi, anak dan remaja serta reproduksi," terangnya.


    "Semua program ini sangat penting untuk memenuhi hak kesehatan setiap orang," tegasnya.


    Dikatakan Prof Dei, mengingat tugas dan tanggungjawab ini sangatlah berat, sehingga membutuhkan sinergitas, baik antara pengurus daerah maupun pengurus pusat, juga internal pengurus daerah dan para pemangku kepentingan.


    "Oleh sebab itu, kami sungguh berharap arahan, bimbingan dari pengurus pusat, penasehat juga kerjasama dari teman-teman pengurus," pungkasnya. (Mart Rasuh)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini